Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Mawapres (Mahasiswa Berprestasi)



Apa itu Mawapres? Mawapres kepanjangan dari Mahasiswa Berprestasi. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Namun pelaksanaannya dimulai dari tingkat program studi, fakultas, perguruan tinggi, kopertis wilayah, hingga tingkat nasional. Bisa dibilang seleksinya cukup ketat. Tema Mawapres tahun ini adalah “Indonesia yang Mandiri”.

Komponen Penilaian Mawapres




Pemilihan Mawapres merujuk pada kinerja individu mahasiswa yang memenuhi kriteria pemilihan yang terdiri atas lima unsur, yaitu:
1. IP Kumulatif
2. Karya tulis ilmiah
3. Prestasi/kemampuan yang diunggulkan
4. Bahasa Inggris/asing
5. Kepribadian

Waktu Pelaksanaan

Jadwal kegiatan secara tentatif dari pemilihan Mawapres tahun 2014 disajikan pada bagan sebagai berikut:
Waktu pelaksanaan penjaringan Mawapres tahun 2014


Step I: Terpilih menjadi Mawapres Fakultas

Masih teringat dengan jelas kiriman facebook salah satu teman saya di catatannya yang ditulis pada tanggal 4 September 2013, yang berisi mengenai cita-citaku yang belum tercapai di tahun 2013, yakni keinginan menjadi Mawapres I fakultas
Tulisan Izzur Rozabi di facebook pada tanggal 4 September 2013
Namun tak disangka-sangka, keinginan menjadi Mawapres I fakultas terelalisasi pada hari Kamis, 20 Maret 2014, saya langsung ditunjuk oleh bagian kemahasiswaan Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) Universitas Brawijaya (UB) untuk mewakili fakultas dalam penjaringan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi. Fakultas di UB berjumlah kurang lebih ada 15, jadi nanti aku akan bersaing dengan 15 orang perwakilan masing-masing fakultas yang akan dijaring lagi menjadi 1 peserta untuk mewakili perguruan tinggi di tingkat nasional (Mawapres Nasional).

Pada hari itu juga, tepatnya pukul 15.00 WIB aku disuruh melengkapi berkas yang akan dikirimkan ke universitas meliuputi daftar rekapitulasi IPK, daftar prestasi penghargaan dilengkapi bukti, karya tulis ilmiah, ringkasan karya tulis dalam bahasa inggris, dan form pendaftaran mawapres tingkat universitas. Namun jujur, aku tidak bisa menyelesaikan dalam hari itu juga, karena sangat mepet sekali. Akhirnya aku melobi bagian kemahasiswaan fakultas untuk bisa melengkapi berkas di hari selanjutnya yang dibilang cukup banyak.
Salah satu dokumen yang berisi daftar rekapitulasi IPK

Step II: Menjadi Finalis Mawapres UB

Hasil seleksi diumumkan pada tanggal 16 April 2014 di ruang jamuan lantai 6 rektorat UB, alhamdulillah meski tidak masuk lima besar, saya berhasil menduduki peringkat ke-10 dari 15 finalis Mawapres UB tahun 2014. Berita ini telah dimuat di http://ptiik.ub.ac.id/news/2014/04/mahasiswa-ptiik-perlu-persiapkan-diri-hadapi-mawapres-2015/. Hasilnya memang belum memuaskan, tapi patut disyukuri.
Foto bersama Kabiro Kemahasiswaan Rektorat UB dan Wakil Ketua III PTIIK UB
Sertifikat Finalis Mawapres UB 2014

Mengapa perlu diselenggarakan Mawapres?

Saya mencoba untuk menjelaskan latar belakang mawapres yang dikutip dari buku pedoman Mawapres 2014. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menekuni ilmu dalam bidangnya saja, tetapi juga beraktivitas untuk mengembangkan soft skills agar menjadi lulusan yang mandiri, penuh inisiatif, bekerja secara cermat, penuh tanggung jawab dan tangguh. Kemampuan ini dapat diperoleh mahasiswa melalui pembekalan secara formal dalam kurikulum pembelajaran, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Namun, tidak semua mahasiswa mau dan mampu untuk menjadi pembelajar yang sukses. Acapkali mahasiswa dengan nilai akademik yang tinggi tidak memanfaatkan peluang untuk menggunakan waktunya dalam kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Sebaliknya mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kegiatan pengembangan soft skills tidak memperoleh nilai akademik yang tinggi. Sementara itu, dalam era persaingan bebas dibutuhkan lulusan berkarakter unggul yang memiliki hard skills dan soft skills yang seimbang. Oleh karenanya di tiap perguruan tinggi perlu melakukan identifikasi mahasiswa yang dapat melakukan keduanya dan yang terbaik perlu diberi penghargaan sebagai mahasiswa yang berprestasi. Di sisi lain perguruan tinggi juga diharapkan melaksanakan pendidikan dengan memperhatikan sinergitas dan keseimbangan atau keharmonisan bidang kurikuler, ko dan ekstra kurikuler. 


Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

1 komentar:

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.