Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Tabligh Akbar di TVone Bertema "Amanah dan Pemimpin"


Hari Ahad, 26 Januari 2014 pukul 12.00 WIB merupakan saat-saat dimana TVone sebagai stasiun TV swasta menyiarkan langsung Tabligh Akbar Damai Indonesiaku di Masjid A.R. Fachrudin Universitas Muhammadiyah Malang. Pematerinya ustadz-ustadz ternama, seperti ustadz Tifatul Sembiring yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika RI, ustadz Soleh Mahmud (Solmed).


Alhamdulillah aku tepat berada di posisi depan pemateri, lebih tepatnya sebelah kanan pemateri. Sebelumnya aku datang seorang diri, namun ternyata banyak kawan yang juga ikut datang. Ada Almir, Dicky, Fatchul, dan lain sebagainya.
Pak Tifatul menyampaikan ceramah secara live di TVone
Acara ini dibagi menjadi dua bagian, siaran tunda dan siaran live. Siaran tunda dimulai pukul 12.00 s.d 15.00 WIB, sedangkan siaran langsung pada pukul 15.00 s.d 17.00 WIB. Pemateri menyampaikan urgensi amanah dan kepemimpinan dalam islam, baik pemimpin umat maupun pemimpin rumah tangga. Pak Tifatul memang hobinya sering berpantun, sampai-sampai bikin ketawa pemirsa.

Diawali oleh ceramah ustadz Solmed, menjelaskan tentang seorang pemuda yang merupakan generasi penerus umat, bila pemuda saat ini hanya santai-santai saja, maka akan jadi apa bangsa ini. Pemimpin juga harus memiliki hati yang kuat, begitu disampaikan oleh ustadz Tifatul. Bila hati ini lemah, maka pemimpin tidak memiliki pendirian yang kuat.

Sebagai contoh bila ada seorang bapak dan anak bersama keledainya sedang berjalan menyusuri desa ke desa. Di desa A ada orang yang berusaha mencemooh karena seorang anak menunggangi keledai, dianggap sebagai anak yang durhaka. Ini yang membuat sang ayah berfikir keras sehingga sang ayah akhirnya ganti menaiki keledai itu. Sampailah berjalan dan berada di desa B, ada orang yang berusaha mencemoohnya lagi dengan alasah masak seorang bapak tega melihat anaknya berjalan sedangkan bapaknya enak-enakan menunggangi keledai. Akhirnya sang ayah dan sang anak mulai berfikir, biar adil keledainya tak perlu di tumpangi. Sampailah di desa C, ternyata lagi-lagi sang anak dan bapak mendapat cemooh, dan dikatakan bodoh karena tak bisa memanfaatkan keledai untuk ditumpangi. Begitu seterusnya.

Lantas apa yang harus kita pilih kawan? Kalau pemimpin tidak memiliki pendirian, maka pemimpin tidak akan mengerjakan yang seharusnya menjadi amanahnya. Pesan yang disampaikan adalah meskipun banyak kritikan dan cemooh yang datangnya dari dari depan, samping dan belakang (kawan dan musuh), pemimpin tetap jadi pemimpin yang harus melakukan kewajibannya sebagai seorang yang diamanahkan oleh Allah Swt.

Pak Tifatul sedang menyampaikan ceramahnya
Ustadz Solmed lagi unjuk gigi
Berfoto dengan Pak Menteri Kominfo RI, senyumnya awesome banget nih
Foto bersama kawan-kawan selepas acara
Bersama kawan satu perjuangan

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.