Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Kali Ketiga di Jakarta

30 Desember 2013

Selasa, 30 Desember 2013 pukul 16.00 merupakan detik-detik pemberangkatan kami di Stasiun Kota Baru Malang. Saya berangkat bersama Izzur dan Adwin menuju Jakarta via kereta api Matarmaja. Suasana nampak masih diguyur hujan, namun tak mematahkan semangat kami untuk berangkat. Kereta pun berangkat, kami tepat berada di kursi 23D 23E 24D, sepertinya ada satu orang yang tidak ikut berangkat, yakni Billy.

Jakarta, kali ketiga saya mengunjungi ibukota negara ini. Banyak kenangan saat berkunjung di sana. Pertama saat kunjungan studi ekskursi Himpunan Mahasiswa Informatika Universitas Brawijaya tahun 2011. Kedua saat menjadi nominator Indonesia ICT Award pada tanggal 29 Agustus sampai 2 September 2013. Kali ketiga ini yakni bersilaturahim ke rumah Mbak Iim di Komplek Halim, Jakarta Timur tanggal 31 Desember 2013 sampai 3 Januari 2014 karena dalam beberapa hari lagi (tanggal 5 Januari 2014) akan melangsungkan pernikahan dengan Mas Akhyar.

31 Januari 2013

Perjalanan kali ini kami tempuh selama hampir 19 jam, tak sesuai prediksi awal. Akhirnya sampai juga di Stasiun Jatinegara, kami bergegas turun.
Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur
Izzur berniat untuk membatalkan tiket, sedangkan Adwin menukar jadwal dikarenakan ada agenda lain. Tepat pukul 12 siang kami melanjutkan perjalanan dengan mengendarai taksi menuju Jalan Maphilindo nomor AG 16, komplek Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tempat tinggal rumah dinas Ayahanda Mbak Iim. Kurang lebih 30 menit kami sampai, Mbak Iim menyambut dengan gembira kedatangan kami.

Setelah itu kami menunaikan sholat dzuhur di masjid dekat rumah dinas. Ternyata saat kami melaksanakan sholat, Ibunda Mbak Iim datang, namun saat kami kembali ternyata Ibunya langsung balik untuk kembali melakukan aktivitas menjadi dokter di rumah sakit. Alhamdulillah sudah disediakan makan siang untuk hari ini. Seperti biasa, canda tawa menghiasi perbincangan kami selama kurang lebih satu jam, setelah itu kami bertiga terlelap tidur di ruang tamu.

Tepat pukul 16.00 WIB kami terbangun, menunaikan sholat ashar dan mandi di masjid. Masjid yang masih asri, juga masih dalam renovasi bagian dalamnya. Kami kembali ke rumah dinas. Tepat pukul 17.00 WIB tampak seseorang berbaju TNI AU berpangkat datang ke rumah dinas, ternyata itu Ayahanda Mbak Iim yang juga menyambut kedatangan kami dengan penuh suka cita. Perbincangan kami seputar perkenalan untuk menjalin silaturahim dengan keluarga Ayahanya serta menjelaskan maksud dan tujuan kami untuk datang ke Jakarta.

Ayahnya benar-benar senang kami datang, sampai-sampai kami disediakan tempat khusus untuk kami menginap di Jakarta selama kurang lebih dua hari. Sebuah mess yang memang khusus untuk tempat musafir menginap. Ohya, ada anggota TNI AU yang siap mengantar kami ke mess, namun sebelum itu kami terlebih dahulu melaksanakan sholat maghrib di masjid.

Setelah kami selesai melaksanakan sholat, kami langsung diantar menuju mess. Tersedia tiga kasur, dua di atas dan satu di bawah. Kali ini saya dan Adwin memperebutkan kasur atas, hehe, seperti biasa saya dan Adwin sering saling bercanda untuk meramaikan suasana.

Malam ini merupakan malam pergantian tahun baru, namun kami tidak ada niatan untuk merasakan pergantian malam tahun baru di sini, meski hanya untuk keluar mess. Malam ini kami langsung beristirahat menunggu hari esok. Namun saya masih belum bisa tidur, satu-satunya kegiatan yang kulakukan adalah membuka laptop.

1 Januari 2014

Hari ini adalah hari pertama di tahun 2014, kami bangun tepat pukul 04.30 WIB, sedikit telat untuk berjamaah di masjid terdekat. Agenda hari ini rencana kami mengunjungi kebun binatang Ragunan. Kami berangkat dengan mengendarai Trans Halim menuju PGC (Pusat Grosir Cililitan) dan melanjutkan naik bus TransJakarta menuju Petamburan untuk kemudian transit.
Adwin bersama saya sedang berfoto di dalam bus TransJakarta
Setelah kami sampai Petamburan, pikiran mulau berubah saat kami terlalu lama mengantre di sini, karena hampir satu jam lebih kami menunggu kedatangan bus TransJakarta menuju Ragunan yang tak sebanding dengan jumlah yang mengantre. Kami putuskan untuk kembali ke Cililitan untuk mengunjungi PGC.
Setelah kami puas, kami mengunjungi Tanah Abang untuk mencari barang yang bisa dibeli.
Ya, sepertinya baju batik ini sangat cocok untuk kupakai, kuputuskan untuk membeli satu buah baju batik, bagus dan sangat murah.

2 Januari 2014

Hari ini adalah hari dimana kami bertiga harus berpisah, karena ada agenda masing-masing. Saya sendiri ingin bersilaturahim ke UI karena ada teman di sana. Sementara Adwin pulang dan Izzur ke rumah saudaranya. Kami berpisah tepat pukul 11.45 WIB setelah kami berpamitan dari rumah Mbak Iim. Sebelum berpisah, kami bertiga menuju Stasiun Pasar Senen terlebih dahulu. Saya dan Izzur tepat pukul 12.00 WIB naik Commuter Line dengan tujuan berbeda, saya ke Depok sedangkan Izzur ke Bogor. Di sisi lain Adwin menunggu naik Kereta Matarmaja yang baru berangkat sekitar pukul 13.40 WIB.

Perjalanan saya ke Depok ditempuh dalam waktu kurang dari dua jam, tepat pukul 13.45 WIB saya sampai di Stasiun UI dan langsung disambut oleh Wahyu, Zenny dan Kiki, teman-teman seperjuangan saat di MAN 3 Kediri. Bahagia rasanya bertemu dengan mereka di kota ini. Karena sebelumnya belum pernah saya menginjakkan kaki di Universitas Indonesia. Saya langsung diajak berkeliling UI dengan menggunakan bikun (bis kuning).

Pertama kali saya diajak ke Perpustakaan UI, subhanallah! Sangat besar sekali perpustakaan ini, katanya perpustakaan UI adalah perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara sampai sejauh ini.
Tembok di pintu masuk bank buku Perpustakaan Universitas Indonesia
Tembok di Perpustakaan Universitas Indonesia menampilkan berbagai bahasa yang artinya "baca" sesuai dengan perintah Allah Swt pertama kali yang disampaikan kepada Rasululloh SAW yang artinya "Bacalah" Subhanallah! Saya pun melihat buku-buku yang disediakan juga banyak sekali. Tidak ada tangga untuk naik naik ke lantai selanjutnya, yang ada hanya jalanan lurus namun semakin lama semakin tinggi, baru kali ini melihat tangga seperti ini.

Saya juga diajak untuk menuju lantai 4 yang bisa melihat UI dari view ini. Sekali lagi, pemandangan bagus sangat memanjakan saya ketika melihat dari lantai ini. Sebuah rawa besar dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi, termasuk gedung rektorat UI. 
Melihat dari lantai 4 Perpustakaan UI
Sepertinya waktu sudah memasuki waktu ashar, kami bergegas menuju Masjid Ukuwah Islamiyah (MUI).
Suasana di dalam Masjid Ukuwah Islamiyah UI
Setelah kami sholat, kami menuju kantin FISIP UI untuk menunaikan makan siang kali ini, di tengah perjalanan, saya menemukan kucing yang tidurnya aneh sekali. Bayangkan bila kita tidur tapi kepalanya tidak menempel kasur, alias bergelantungan seperti di bawah ini:
Kucing ini lagi tidur, jangan diganggu ya!
Kunjungan terakhir yakni di asrama UI, jadi bila kita mau berkeliling di kampus UI wajib pakai bus warna kuning ya, kalau tidak siap-siap untuk minta di urut, hehe, gratis kok!
Puas menikmati jalan-jalan hari ini memaksa kami untuk berpisah, malam ini saya tidur di tempat tinggal (kost) nya Wahyu, tak jauh dari kampus UI.

3 Januari 2014

Hari ini saya sudah berencana untuk balik. Karena sudah hampir empat hari saya di kawasan Ibu Kota. Sebelum ke stasiun Pasar Senen, harus naik dulu Commuter Line dari Stasiun UI menuju Pasar Senen, namun harus transit terlebih dahulu di Stasiun Manggarai.
Suasana Stasiun Manggarai
Setelah ini perjalanan kereta listrik langsung menuju ke Stasiun Pasar Senen. Tepat pukul 11.15 WIB kami tiba di Stasiun Pasar Senen, namun kami terlebih dahulu menunaikan sholat Jumat di masjid terdekat. Setelah kami sholat, kami menuju warteg untuk menunaikan makan siang. Nah, setelah ini baru kami berpisah, tepat pukul 13.10 WIB saya mulai check in kereta. Saya sampaikan terima kasih kepada teman saya seperjuangan saat di MAN 3 Kediri, Wahyu Yuli Firmanto, selama saya berada di Depok, terima kasih juga kepada keluarga Mbak Iim yang telah memberi penginapan gratis selama di Jakarta, hehe. Semoga perjalanan saya selanjutnya lebih berkesan dan memberi kesan tersendiri. Selamat jalan Ibu Kota tanah air. Semoga kelak kuukir tinta emasku di sini. Aamiin! 

Ini ceritaku, mana ceritamu?

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.