Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Perjalanan ke Negeri Sakura (Part 5)



Hari kedua di Tokyo: Menikmati Disney Sea
Astaghfirullohal'adzim, apa! Udah jam 8!" teriakku seolah-olah tak percaya akan hal yang terjadi.
Ya, karena hari kedua ini, saya dan kawan-kawan baru bangun dari tempat tidur pukul 08.00 pagi (GMT+9), don't try at home ya, hehe. Ini rekor bangun terburuk yang pernah aku alami, benar-benar tidak disangka, mungkin bisa disebabkan karena perjalanan malam dengan berjalan kaki sejauh 5 Km, sesampai di hotel masih dalam keadaan belum tidur karena meletakkan barang di hotel serta ngobrol panjang lebar dengan Goi San, benar-benar butuh waktu istirahat lebih.

Agenda hari kedua ini adalah berkunjung di salah satu wahana hiburan di Tokyo, yakni Disney Sea. Sebelum itu kami harus berjalan ke Railway Station untuk naik kereta, di tengah perjalanan menemukan tempat yang cocok untuk menjadi background, karena banyaknya sepeda yang diparkir di sini.
Lagi-lagi berfoto, hehe
Perjalanan kurang lebih menempuh waktu satu jam. Mulai dari berjalan kaki hingga naik kereta.
Papan peta yang dilewati kereta menggunakan Hibiya Line
Foto di dalam kereta, tangan saya numpang nampang sepertinya :D
Disney Sea
Akhirnya sampai juga di Disney Sea. Namun sebelum memasuki areanya, kami naik kereta khusus di wilayah ini untuk mengangkut pengunjung yang datang.
Di dalam kereta Mickey Mouse 
Setelah perjalanan, sampai juga di depan loket masuk. Tiket untuk masuk Disney Sea ternyata lumayan merogoh saku agak dalam, hehe. Rencana kami memang untuk hari pertama dibuat bersenang-senang, mengingat hari Sabtu adalah hari libur. Di Disney Sea, ada dua pilihan ketika ingin bermain di wahana-wahana yang telah disediakan, diantaranya memilih mengantri secara langsung atau mengambil nomor urut antrian. Setelah tahu bahwa mengantri secara langsung membutuhkan waktu tunggu lama, akhirnya saya dan teman-teman lebih memilih mengambil nomor urut yang sudah ditentukan waktunya.
Berfoto di Disney Sea bagian depan setelah loket masuk
Ada pohon aren juga ternyata
Masih pagi, masih semangat-semangatnya :D
Ada beberapa wahana yang mirip sekali dengan bangunan masjid, malahan sempat berencana ketika sholat nanti mampir di sini, padahal ini hanya wahana biasa tempat aladin berada, hehe.
Fata morgana dalam bingkai masjid :D
Foto di depan bangunan replika masjid (kenapa nggak sekalian dibikin masjid)
Waktu pun sudah menunjukkan siang hari, masuk waktu sholat dzuhur, kami sholat berjamaah di tempat seadanya. Setelah kami sholat dan berjalan bersama-sama, akhirnya berpisah seiring wahana yang ditawarkan beraneka ragam sehingga kami memutuskan untuk berjalan dibagi dua kubu. Saya dengan Adwin dan Izzur, sedangkan kubu selanjutnya Mbak Iim, Mbak Meta dan Billy.
Warga Jepang ramah pada pengunjung
Banyak sekali wahana yang kami kunjungi, namun tak semuanya terdokumentasi dengan baik. Salah satu wahana yang menjadi ciri khas Disney Sea adalah pantai dan peabuhan. Kalau Disney Land yang sering kita dengar itu lebih ke disney di wilayah daratan.
Ini di wahana dengan view pelabuhan
Kami berenam tak sabar untuk bermain di wahana Tower of Terror yang katanya seru, sampai dibela-belain menunggu berjam-jam. Lagi-lagi, kamera terus menyoroti kami (padahal udah di-setting mau foto, hehe).
Saya dan Izzur sedang mengantre di Tower of Terror menggunakan syal Persikmania
Setelah bermain di wahana ini, memang benar-benar paling berkesan, karena mengacu adrenalin, terutama bikin jantung semakin kencang. Lho kok bisa? Badan ini rasanya kayak di lempar, dan juga di dalam gedung terasa angker.
Foto di depan Tower of Terror
Setelah puas, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 GMT+9. Saya, Izzur dan Adwin menyudahi untuk bermain di wahana, namun Billy, Mbak Iim dan Mbak Meta tetap ingin bermain di wahana terkahirnya. Tak terasa fajar mulai menghilang, masuk waktu untuk sholat maghrib. Akhirnya kami pun melaksanakan sholat maghrib. Setelah sholat, kami bertiga berdiskusi sejanak, saling mereview apa yang telah dilakukan selama di Disney Sea ini sambil bercerita panjang lebar. Saat kami lagi ngobrol, ternyata ada pentas seni yang sayang untuk dilewatkan, karena menceritakan disney di atas air, sepertinya pentas seni di akhir sesi sebelum penutupan wahana. Ternyata memang benar-benar fantastis pertunjukannya.
Berfoto di depan pentas pertunjukan
Setelah puas, kami akhirnya berkumpul kembali menceritakan perjalanan masing-masing saat menikmati wahana. Kami pun bergegas pulang. Seperti biasa, transportasi kami pulang adalah naik kereta.

(Bersambung) 

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 komentar:

Poskan Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.