Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

INAICTA, Sebuah Impian Sebuah Cerita (Part 1)

Alhamdulillahirobbil'alamin, seolah-olah tak cukup untuk mengucap rasa syukur ini kepada Allah Swt. atas karunia limpahan nikmat-Nya yang luar biasa besarnya.
Dalam kesempatan ini, saya akan menceritakan sebuah perjalanan Isyouth Group menembus ketatnya persaingan di Indonesia ICT Award (INAICTA) tahun 2013. INAICTA adalah sebuah lomba karya cipta ICT terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI untuk ke tujuh kalinya dengan membuka 21 kategori karya yang diikuti profesional dan non profesional dari kalangan pelajar maupun umum.

INAICTA 2013 mengusung tema “TEKNOKREASI: A NATION OF POSSIBILITIES” yang pendaftarannya dibuka sejak Februari 2013 dan ditutup pada 31 Juli 2013. Tepat bulan Juni 2013 lalu, saya, Mas Andriawan dan Billy (tergabung dalam Isyouth Group atau Istiqomah Youth Group) berkeinginan untuk mengikuti ajang penganugerahan ini, tak berfikir panjang untuk mengirimkan karya untuk diikutkan ke INAICTA. Kami mengirimkan beberapa karya, diantaranya adalah aplikasi EMOSCA, PERAWAN dan SOBOTAIRE.

EMOSCA (Elearning Management of Sudden Cardiac Arrest) diketuai oleh saya sendiri, sedangkan PERAWAN (Perawat di Android Anda) diketuai oleh Billy dan SOBOTAIRE (Sobotta dan Solitaire) diketuai oleh Mas Andriawan, masing-masing punya peran dalam membantu untuk mengirimkan karya.

Lebih dari seratus nama juri telah ditentukan oleh panitia INAICTA 2013 untuk menyeleksi karya yang telah masuk, di antaranya adalah Yoris Sebastian (OMG Consulting), Andrew Darwis (Kaskus), Narenda Wicaksono (Nokia), Adi Panuntun (Sembilan Matahari), Angkie Yudistia (Thisable Enterprise) dan Dennis Adishwara (Layaria).

Dengan dimulainya fase penyeleksian ini, maka dimulailah perjuangan saya dan tim untuk berlaga di ajang INAICTA 2013 dan bersiap untuk penjurian finalis yang dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2013 sebelum malam penghargaan tanggal 1 September 2013. Kriteria penilaian seperti inovasi, keunikan, fungsi dan fitur, penerapan teknologi, serta manfaat, baik secara komersial maupun bagi target dari karya tersebut akan menjadi penentu berhasil atau tidaknya para peserta di kompetisi ini.

Pengumuman Nominator
Inilah hari yang ditunggu-tunggu, tepat hari Jumat, 16 Agustus 2013 adalah hari dimana INAICTA telah mengumumkan para nominator yang berhak untuk terbang ke Jakarta. Siang hari menjelang sholat Jumat, saya mengecek situs INAICTA di www.inaicta.web.id/1339/selamat-para-nominator-siapkan-diri-anda-untuk-penjurian-final-inaicta-2013/, ternyata Allah kembali memberiku kesempatan untuk bisa terbang ke Jakarta!


SOBOTAIRE adalah karya kami yang diberikan kesempatan untuk menjadi nominator INAICTA 2013 pada kategori Edugames. INAICTA, salah satu impianku selama ini, karena dari tahun 2011 hingga 2012 saya belum sekalipun lolos final di kompetisi ini. Mungkin tahun 2013 ini adalah kesempatan langka yang Allah Swt. berikan kepada kami.

Persiapan Berangkat
Kami yang beranggotakan Mas Andriawan, Billy, Mbak Nurona Azizah, dan saya sendiri masih buta akan perjalanan kesana, mengingat waktu yang mendekati hari H. Tanpa berfikir panjang, saya cek ketersediaan tiket Citilink dengan penerbangan Malang-Jakarta, ternyata masih ada. Kesibukan sebelum berangkat adalah membuat materi presentasi, video dan mengurus proposal pendanaan.

Proposal pendanaan kami ajukan ke fakultas dan universitas, meskipun ini kategori profesional, namun nyatanya kami masih berstatus mahasiswa, jadi ndak masalah donk untuk minta dana ke kampus, asal tetap membawa nama kampus tercinta, hehe. Berhubung kami dari dua fakultas yang berbeda, proposal juga kami bedakan antara Fakultas Kedokteran, PTIIK dan untuk rektorat, alhamdulillah kami berhasil didanai meskipun terjadi beberapa rintangan sebelumnya, hehe.

Go to Jakarta
Akhirnya sudah memasuki hari yang dinanti-nanti untuk keberangkatan, yakni tepat hari Rabu, 28 Agustus 2013 dengan mengendarai taksi, kami bergegas menuju Bandara Abdurrahman Saleh Malang untuk bersiap check in
Mas Andriawan, saya dan Billy sebelum berangkat
Saya masih ragu dan belum percaya, karena dalam beberapa menit lagi kami akan akan terbang, ya, terbang untuk merealisasikan impian kami dalam menggaungkan nama SOBOTAIRE dan Isyouth Group di kancah nasional. 

(Bersambung)

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.