Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Semua tentang Organisasi (Part 2)


Sambungan dari Semua tentang Organisasi (Part 1)

Aktif di Jurnalistik

Pers Jurnalistik MAN 3 Kediri adalah organisasi pertama yang mengubah pola pikirku, yang awalnya pendiam, menjadi sedikit terbuka dengan orang lain. Hal ini dikarenakan jurnalis harus sering berinteraksi dengan orang lain. Sangat tidak wajar bila seorang jurnalis tidak pandai dalam berbicara, apalagi merangkai kata untuk ditulis dalam berita. Jadi saya dilatih kakak-kakak jurnalis agar pandai berbicara, menulis (berita), dan masih banyak lagi.

Ikut School Journalist Trip Radar Kediri 2008
Saya dengan teman-teman School Journalist Trip Radar Kediri 2008
Hasilnya mulai terlihat saat saya mengikuti kegiatan School Journalist Trip pada Januari 2008 yang diselenggarakan oleh Radar Kediri (Jawa Pos Group), sebuah media cetak ternama di Kota Kediri, yang diikuti oleh puluhan pelajar se-Eks Karesidenan Kediri. Selama dua hari satu malam, saya ditemani wartawan senior untuk belajar menjadi seorang wartawan yang sesungguhnya. Mulai dari proses wawancara narasumber, editing berita, hingga ditunjukkan di proses percetakan koran di PT. Temprina Media Grafika, Nganjuk.

Kunjungan pertama kami adalah di Balai Kota Kediri, kebetulan narasumbernya Wakil Walikota Kediri, Bambang Edianto. Berbagai pertanyaan kami sampaikan kepada beliau terkait kondisi terkini saat itu, terutama kondisi kedelai yang meroket sempat meroket tajam. Selain tentang kedelai, pertanyaan yang kami lontarkan juga seputar kondisi Kota Kediri. Setelah selesai wawancara, kami diberi cinderamata sebuah buku agenda, lumayan bagus untuk kenangan dari Wakil Walikota Kediri tersebut.

Foto bersama mewarnai keceriaan kami mengakhiri kunjungan kami di Balai Kota Kediri, saya sempat masuk koran untuk pertama kalinya. Duh senang rasanya, karena posisi saya strategis berada di tengah, hehe. Sebelah kanan-kiri saya adalah teman-teman yang menemani perjalananku di even ini.

Perjalanan kami lanjutkan untuk kembali ke kantor Radar Kediri, disitulah pertama kali proses pemindahan tulisan hasil wawancara ke dalam berita. Rangkaian kata berpadu membentuk suatu makna kami lakukan agar pembaca memahami tulisan saya. Tulisan-tulisan inilah yang akan dilombakan, selain itu foto hasil liputan juga akan dinilai oleh wartawan senior.

Tak terasa, berita sudah selesai saya buat, saya kumpulkan ke panitia penyelenggara, disusul teman-teman lain juga mengumpulkan hasil jerih payahnya selama berada di balai kota. Waktu menunjukkan sore hari, kami bergegas untuk mempersiapkan agenda selanjutnya yang tak kalah menarik, yaitu proses mencetak koran Jawa Pos yang berada tidak jauh dari Kota Kediri, yaitu Nganjuk, tepatnya di percetakan langganan Jawa Pos, yaitu PT. Temprina Grafika Media.

Perjalanan dimulai dengan mengendarai mobil microlet, ya di sini memang sangat sesak, karena harus dipaksa dengan kondisi peserta yang lumayan banyak. Namun rasa capek itu akhirnya terbayarkan saat perjalanan selama dua jam itu sampai di tempat percetakan terbesar se-Jawa Timur ini.
Tempatnya saja sangat luas, ternyata ini percetakan bukan hanya untuk mencetak koran Jawa Pos saja, tapi media-media cetak lain juga ikut nyetak di sini. Perkakas mesin selalu menghiasi setiap ruangan, bau-bau kertas juga tak luput menjadi ‘pengharum’ di setiap ruangan. Ternyata koran yang ukurannya seperti Jawa Pos ini awalnya adalah kertas yang digulung berdiameter satu meter.

Waktu menunjukkan dini hari, ternyata koran-koran masih dalam proses mencetak, hingga sampai pukul 02.00 WIB, koran siap di packing, serta didistribusikan melaui truk pengangkut koran ke seluruh kota di Jawa Timur. Benar-benar aktivitas yang harus rutin dilakukan setiap hari, tanpa mengenal libur, bahkan saat hari raya juga harus melakukan hal yang sama. Itulah media cetak yang terbit harian, tidak ada kata libur walau cuma satu hari.

Setelah puas, kami berniat untuk balik ke Kota Tahu, menyaksikan hasil distribusi koran ini, ternyata sampai disaat orang-orang sedang tidur. Sempat berfikir dalam benak hatiku, wartawan memang bukan tempat untuk santai-santai, ketika dibutuhkan harus siap meski dalam keadaan belum mandi, ini kata-kata yang juga pernah disampaikan oleh wartawan senior kepada kami seolah-olah mendiskripsikan pekerjaan soeroang jurnalis yang tak kenal lelah.

Tiba saat pengumuman pemenang School Journalist Trip Radar Kediri untuk kategori penulis berita terbaik. Hasilnya adalah.... Alhamdulillah namaku ada di daftar urutan kedua penulis berita terbaik, senang sekali rasanya memperoleh predikat ini, meski harus dibayar dengan tidak mandi selama dua hari. Namun di kategori foto terbaik, namaku tidak ada di daftar pemenang. Tak apalah, saya sadar bahwa hasil fotoku pas-pasan, selain itu kamera yang saya pakai cuma kamera pinjaman yang hanya 5.0 megapixel.

Hadiah tas pinggang beserta gelas bertuliskan School Journalist Trip Radar Kediri dan sertifikat berhasil kuraih, dengan senang hati, ini adalah raihan pertamaku di organisasi untuk bisa membanggakan orang tua, thank’s Allah, you’re my everything.

Oh ya, satu hari setelah even ini diselenggarakan, langsung dimuat di Radar Kediri (Jawa Pos Group).
Berita dimuat di Radar Kediri
Bersambung ke Semua tentang Organisasi (Part 3)

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 komentar:

Poskan Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.