Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Selamat Bergabung di Kampus Perjuangan UB

Tulisan ini saya dedikasikan untuk mahasiswa baru angkatan 2016 yang telah diterima di kampus perjuangan Universitas Brawijaya, baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, maupun mandiri. Sebelumnya saya ucapkan selamat untuk adik-adik mahasiswa baru angkatan 2016 yang telah diterima di Universitas Brawijaya Malang.

Selamat datang di Malang! Siapkan banyak hal untuk memasuki ‘dunia’ baru, karena mahasiswa itu agent of change, iron stock, dan lain sebagainya (katanya). Mungkin ini sedikit gambaran singkat dari saya mengenai keadaan di kampus Universitas Brawijaya Malang maupun di sekitarnya:

Tempat Tinggal
Kampus UB dan sekitarnya, klik untuk memperbesar
(Sumber Gambar: Google Maps)

Terkait tempat tinggal (kost dan kontrakan), mahasiswa UB yang dari luar Kota Malang kebanyakan memilih untuk tinggal di sekitar kampus, yaitu di Kelurahan Ketawanggede, Jalan Sumbersari, dan Jalan Gajayana (barat UB), sepanjang Jalan Sukarno Hatta (utara UB), sepanjang Jalan Mayjend. Pandjaitan (timur UB), sepanjang Jalan Veteran dan Sigura-gura (selatan UB). Harga kost bervariasi di sekitar UB (seperti saya tunjukkan di atas), tergantung fasilitas yang diberikan pemilik kost. Mulai dari Rp 400.000 tiap bulan, hingga ada yang ekstrem mencapai Rp 2.000.000 tiap bulan (kost elit). 

Jika teman-teman ingin go green (berjalan atau bersepeda), saya sarankan pilih tempat yang strategis yaitu sekitar UB, terutama daerah Ketawanggede.

Saya sarankan agar berjalan kaki atau bersepeda, karena UB parkirnya penuh sesak, maklum perbandingan antara mahasiswa yang diterima dengan mahasiswa yang diwisuda itu 2 : 1. Jadi mahasiswa tiap tahun semakin bertambah, sekarang kabarnya sudah mencapai 60.000 mahasiswa, fantastis bukan! Namun jika teman-teman sudah tidak mendapatkan lagi tempat tinggal di sekitar kampus, alternatif lain biasanya ada di daerah Tlogomas, Blimbing, belakang Universitas Negeri Malang, dan masih banyak alternatif lainnya.

Ada lagi alternatif yang lebih terjangkau harganya, yaitu sewa rumah (kontrakan). Rata-rata harga standar untuk 5-7 kamar adalah sekitar 20-35 juta tiap tahun. Ada juga yang diluar standar yaitu lebih mahal, malah ada yang lebih murah juga, tapi yang lebih mahal banyak! Hehe. Harga tempat tinggal (indekos dan kontrakan) di Malang saat ini sangat berbeda saat saya masih menjadi mahasiswa sekitar tahun 2010, saya pernah kontrak rumah di daerah Kertoraharjo Dalam, harganya saat itu masih sektar Rp 9 juta berisi 5 kamar yang bisa dihuni 10 orang. Jadi tiap orang hanya kena Rp 900.000 tiap tahunnya, murah bukan? Beda dulu beda sekarang sob! Mungkin sekarang lebih mahal kali ya, maklum BBM naik :)

Pilihlah rumah yang layak huni (sesuai standar), karena tidak semua rumah yang disediakan untuk disewa menurut saya layak. Beberapa alasan rumah disebut tidak layak karena aspek kesehatan, diantaranya:
  • Kamar terasa lembab, penyebabnya adalah ventilasi kurang yang mengakibatkan cahaya matahari yang masuk ke rumah sangat sedikit sekali, sehingga banyak jamur yang hinggap di rumah tersebut. 
  • Isi rumah terkadang banjir, biasanya saat hujan, penyebabnya adalah atap rumah berlubang (bocor), atau rumah tersebut ada di daerah yang lebih rendah dari daerah di sekitarnya. Penyebab lainnya adalah masyarakat di sekitar yang membuang sampah sembarangan, sehingga menyumbat saluran air di depan rumah 
  • Rumah terlihat kumuh, bisa dinilai dari aspek kebersihan rumahnya. Banyaknya tikus dan kutu busuk yang biasanya hinggap di kasur, memperlihatkan si pemilik rumah atau penghuni sebelumnya kurang menjaga kebersihan rumahnya.
Selain aspek kesehatan, pikirkan juga mengenai aspek kenyamanan, diantaranya: 
  • Luas kamar, minimal ukuran kamar untuk dihuni sendiri adalah 2 m2. Jika lebih dari 3 m2 saya sarankan untuk dihuni dua orang dengan alasan terbatasnya jumlah kontrakan yang ada di Malang, serta lebih hemat dalam menyewa rumah. Namun jika menginginkan sendiri karena pertimbangan kesehatan juga nggak masalah. 
  • Jumlah kamar mandi, mungkin bandingkan dengan penghuni rumah kontrakan, biasanya perbandingan antara jumlah kamar mandi dan penghuninya adalah 1 : 5. 
  • Tempat cuci baju, ini juga penting mengingat terkadang terbatasnya tempat untuk cuci baju, alternative biasanya memakai kamar mandi untuk menyuci baju 
  • Faktor lingkungan, carilah teman yang taat beribadah (dimulai dari sholat awal waktu dan berjamaah di masjid), gemar belajar, karena pembentukan karakter biasanya dimulai dari lingkungannya. Ini sangat penting karena kita selama di Malang sudah tidak lagi dipantau oleh orang tua, jadi yang bisa mengontrol ya cuma kita sendiri. Saya sendiri bersyukur selama kontrak rumah dihuni oleh orang-orang yang taat beribadah dan berprestasi, sehingga saya bisa menular gaya mereka.
  • Luas tempat parkir,ini bukan prioritas utama alias jadikan alternatif saja, biasanya buat tempat sepeda dan sepeda motor, mending pakai sepeda atau jalan kaki saja, lebih go green
  • Masih banyak lagi sebenarnya faktor yang perlu kita pikirkan, tapi proiritaskan hal-hal yang ada di atas
Kondisi kampus
Organisasi dan prestasi kampus
Kondisi kampus UB sangat menunjang dalam hal berorganisasi dan hasilnya adalah bisa menorehkan prestasi.
UB menerima piala Adhi Kerta Widya atas prestasi sebagai juara umum PIMNAS XXV di Yogyakarta
(Sumber Gambar: Prasetya Online)

Prestasi bidang ilmiah, siapa yang tak kenal UB? UB telah menorehkan juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) untuk yang ketiga kalinya, statusnya sekarang masih juara bertahan, jadi lingkungan ilmiah benar-benar terasa di Universitas Brawijaya, nggak percaya? Ikut Unit Aktivitas Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa (RKIM) saja, atau lembaga riset di tingkat fakultas.

UB dikenal dengan Entrepreneur University, apa sih itu? Semacam universitas yang menghasilkan nilai jual (selling point), tidak hanya tertuju di Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja yang bisa merasakan dampaknya, namun fakultas lain juga bisa menjadi wirausahawan. Banyak kompetisi yang diselenggarakan oleh Dikti maupun UB sendiri untuk mencetak wirausahawan muda, seperti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K), kompetisi perencanaan bisnis (bisnis plan), dan masih banyak kompetisi lain yang bisa teman-teman ikuti.
UB Juara Umum Invitasi Bulutangkis Mahasiswa
(Sumber Gambar: Prasetya Online)
Prestasi olah raga, juga tak kalah serunya, UB sering menjuarai turnamen-turnamen olah raga di tingkat propinsi dan nasional, karena ada jalur tersendiri untuk menjaring mereka yang berprestasi di bidang non akademik, jadi buat teman-teman yang suka olah raga gabung saja di UKM di bidang olah raga.

Terus apa hubungannya organisasi dan prestasi? Banyak! Karena awal mula prestasi adalah ketika kita mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dengan cara ikut organisasi-organisasi penunjang di kampus. So, bagi yang minat untuk ikut unit kegiatan mahasiswa, bisa lihat lebih lengkapnya di link ini http://ub.ac.id/campuslife/unit-kegiatan


Gedung

Gedung Samantha Krida yang biasa dipakai untuk seminar
(Sumber Gambar: Campus Life UB)
Gedung-gedung di UB sangat banyak sekali, mulai dari gedung rektorat (kantor pusat), gedung kuliah, gedung olah raga, gedung pertemuan (Samantha Krida, Widyaloka). Gedung kuliah yang ada di UB terbilang cukup memadahi, karena tiap tahunnya UB sering melakukan pembangunan yang taka ada habisnya, tapi resikonya adalah semakin mahalnya biaya pendidikan di UB, karena tahun ini UB akan menerapkan uang kuliah tunggal (UKT). UKT adalah penerapan tunggal untuk biaya perkuliahan, jadi tidak ada uang pangkal yang harus dibayarkan terlebih dahulu. Semua biaya pendidikan include di biaya yang teman-teman bayarkan tiap semester. UKT adalah sebuah sistem baru yang akan dijalankan mulai tahun 2013 yang digagas oleh Dikti untuk meringankan beban orang tua mahasiswa, tapi tetap saja mahal!
Suasana UB pada malam hari
(Karya: Rendi Suseno)
Banyak fakultas sudah memiliki minimal gedung kuliah sendiri, namun ada beberapa yang masih dalam taraf pembangunan, seperti Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom). Sekarang kita sering menjumpai gedung-gedung kuliah di UB setidaknya minimal ada tiga lantai, karena terbatasnya lahan namun mahasiswa yang semakin banyak. Jadi tiap fakultas seolah-olah berlomba untuk mempercantik dan memperbesar gedung kuliahnya.

Fasilitas penunjang
Gedung Perpustakaan Universitas Brawijaya
(Sumber Gambar: UB Flickr)

Tempat parkir yang kurang memadahi, sehingga terpaksa memakai jalan umum. Saran saya lebih baik jalan kaki saja
(Sumber Gambar: Pers PKH UB)
  • Akses internet.Teman-teman tidak perlu khawatir mengenai akses internet. Setiap mahasiswa akan diberi hak akses internet dengan authentication berupa username (NIM), password sesuai SIAM, hampir disetiap wilayah. Namun ada beberapa wilayah fakultas yang memprotek akses internet, alias hanya mahasiswa fakultas tertentu saja yang bisa mengakses internet, seperti di Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jadi buat teman-teman yang bukan di dua fakultas tersebut, lebih baik jangan mencoba untuk mengakses internet di wilayah tersebut, jelas nggak akan bisa, hehe.
  • Tempat parkir. Tempat parkir di UB menurut saya sudah sangat penuh alias kurang memadahi, jadi saya sarankan agar teman-teman jalan kaki atau bersepeda. 
  • Laboratorium. Setiap fakultas eksakta memiliki laboratorium yang memadahi, jadi jika teman-teman ingin melakukan penelitian ilmiah, bisa langsung memakai laboratorium secara gratis selama menjadi mahasiswa.
  • Perpustakaan. Perpustakaan UB tempatnya tidak jauh dari Kantor Pusat (Rektorat), tinggal menyeberang saja. Ada dua lantai, buku-buku yang disediakan juga banyak. Selain Perpustakaan UB, ada juga perpustakaan-perpustakaan di tingkat fakultasi atau program studi yang bisa teman-teman manfaatkan.
  • Gazebo. Sekarang banyak mahasiswa yang lebih suka browsing ketimbang baca buku di perpurtakaan, akhirnya disediakanlah gazebo yang sengaja dibangun untuk teman-teman yang ingin belajar kelompok atau hanya sekadar browsing. Hampir di semua fakultas ada gazebo, tapi tempat umum yang biasa ramai adalah gazebo depan Perpustakaan UB

Mungkin ini sedikit penjelasan mengenai gambaran jika kuliah di Universitas Brawijaya, semoga tulisan saya ini bermanfaat. Sekali lagi selamat menjadi mahasiswa dan bergabung di kampus perjuangan Universitas Brawijaya. Hidup mahasiswa!

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

10 komentar:

  1. Kak letak fakultas teknik informatika di sisi mana ub ya utara apa barat , trus ada info kost yg dekat dengan fakultas teknik informatika nga? Thanka

    BalasHapus
  2. tempat parkirnya dimana aja ya? sy kan ujiannya di FIA, terus kalo tempat parkir nya gak tau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada di sisi selatan dan utara Fakultas Ilmu Administrasi. Sangat mudah dijumpai tempat parkir di area FIA

      Hapus
  3. Assalamualaikum kak, kalau tempat kos putri deket fakultas pertanian ada infonya nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam, insyaa Allah msh ada. Silakan hubungi 081977388553 :)

      Hapus
    2. Ini ada info kost putri, semoga bisa membantu >> http://olx.co.id/iklan/kost-putri-murah-dekat-ub-uin-um-sisa-1-kamar-IDiCJYz.html

      Hapus
  4. Kak kalo di ub banyak beasiswa yg gampang didapat gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak :)
      Ada beasiswa BBM dan PPA untuk internal UB, dan beasiswa dari perusahaan BUMN maupun swasta

      Hapus
  5. Assalamuallaikum, kakak punya nomor pemilik kos yang kakak iklanin itu? Barusan saya klik di sumber link (olx) hanya info saja gak ada nomer ? Terima kasih

    BalasHapus

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.