Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Perjalanan ke Negeri Sakura (Part 3)


Sambungan dari Perjalanan ke Negeri Sakura (Part 2)

Go to Japan
Ini bukan mimpi, kini tinggal selangkah lagi aku berhasil untuk mencapai mimpi-mimpikuku yang sudah kutuliskankan dalam lembaran “Target-terget tahun 2013” nomor 1, yaitu “Lolos ke Jepang di kompetisi business plan SOI ASIA 2012/2013”.
Targetku di tahun 2013 yang kutulis bulan Nopember 2012
Hal yang memang belum pernah kurasakan sebelumnya, yaitu terbang naik pesawat, apalagi saya akan terbang dengan tujuan yang juga belum pernah kurasakan sebelumnya, yaitu berangkat ke Jepang! Dan apalagi saya naik pesawat ke Jepang tanpa biaya sepeserpun. Alhamdulillah, benar-benar bagian dari nikmat Allah SWT yang diberikan kepada hamba-Nya yang mau berusaha semaksimal mungkin.
Ini adalah capaian terbesarku selama ini, membanggakan orang tua dan membawa nama harum Indonesia, khususnya Universitas Brawijaya di kancah internasional. Tapi aku sadar, aku hanyalah seorang hamba yang belum sepenuhnya memberikan kontribusi nyata untuk agama-Mu ini ya Allah.

Juanda International Airport, Surabaya
Tepat hari Jumat, 15 Maret 2013 pukul 01.00 WIB, sampailah aku menginjakkan kaki di Juanda International Airport, Surabaya, seolah-olah masih tak percaya bahwa dalam beberapa jam lagi aku akan terbang, ya terbang untuk beberapa jam kemudian transit di Malaysia.
Bersama rekan satu tim, aku duduk di samping Adwin, ada juga Izzur dan Billy yang masih satu baris namun dipisahkan oleh jalan. Sedangkan Mbak Iim berangkat dari Soekarno-Hatta Intrnational Airport, karena sudah berada di Jakarta sebelumnya.
Juanda International Airport, Surabaya
Tujuan pertama kami adalah transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Selisih waktu di Kuala Lumpur adalah satu jam lebih cepat dari Surabaya. Perjalanan kami menempuh dua jam.

Kuala Lumpur, Malaysia
Sampailah kami di negeri jiran (tetangga), negera berkembang yang (katanya) lebih maju dari pada Indonesia ini sudah menerapkan MRT sebagai alat transportasi umum, sedangkan Indonesia?
Oh ya, yang bikin saya terpesona, saya melihat pohon aren menghiasi hampir di seluruh kawasan wilayah Kuala Lumpur saat dilihat dari pesawat sebelum pesawat ini fly off. Kalau di Indonesia itu sama seperti lahan padi.
Ternyata pesawat sudah fly off. Saat pertama kakiku menginjakkan kaki di Kuala Lumpur, yang kurasakan sepertinya suhu di sini lebih panas dari pada Surabaya.
Oh, men... Kirain suhu di luar negeri itu lebih dingin, ternyata di sini sama panasnya dengan Indonesia,” perasaanku yang terlalu mengkhayal, kebanyakan nonton film luar negeri.
Ternyata aku baru sadar kalau Malaysia itu masih dekat dengan garis katulistiwa, pantesan suhunya masih sama dengan Indonesia.
Sesampai kami di bandara, kami sempat bertemu dengan mahasiswa dari Indonesia juga, katanya mau ikut conference di Taiwan. Tapi mampir dulu ke Malaysia, maklum kalau naik Air Asia memang harus mampir ke Malaysia dulu. Kami bergegas mencari mushola. Ternyata suasana di Malaysia juga sama seperti di Indonesia, saat waktu sholat tiba, mereka juga bergegas menuju mushola, maklum sama-sama negeri dengan mayoritas muslim. Setelah sholat, kami langsung mencari keberadaan Mbak Iim melalui jejaring sosial, sambil kami makan seperti orang kelaparan di pinggir jalan.
Kami berempat makan di pinggir jalan
Ternyata Mbak Iim sudah menunggu kami di Kafe Starbuck, baru kali ini saya berada di kafe ini, harga kopi paling murah itu sekitar 10 ringgit (seharga dengan Rp 30.000). Tapi yang membeli kopi hanya Mbak Iim saja. Sambil berdiskusi menceritakan pengalaman saat berangkat, kami berfoto.
Starbucks Cafe
Nah, aku tunjukkan kopi yang harganya sekitar 10 ringgit ini, ada di depan Izzur, tapi kami berlima hanya beli satu, yang penting kami bisa duduk di kafe mewah ini, hehe. Setelah kami berlima bertemu dan menunggu sekitar empat jam di bandara, akhirnya kami melanjutkan untuk penerbangan Kuala Lumpur-Tokyo. Pesawat yang kami tumpangi kali ini lebih besar dari pesawat saat kami berangkat dari Surabaya. Mungkin karena penumpangnya lebih banyak kali ya.nDi dalam pesawat, kami masih sempat foto dengan wajah tanpa dosa.
Saya berfoto dengan Adwin
Bersambung ke Perjalanan ke Negeri Sakura Part 4

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 komentar:

Poskan Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.