Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Perjalanan ke Negeri Sakura (Part 1)


Alhamdulilllah senang sekali rasanya saya kembali mendapat kesempatan untuk menulis cerita perjalanan lomba, setelah sekian lama tidak menulis, rasanya memang agak berat hati jika menulis kembali, apalagi banyak request untuk share pengalaman terkait perjalanan saya bisa sampai di negeri sakura, negeri anime, negeri matahari terbit, dan negeri apalah itu namanya, hehe.

Ini bermula ketika Mbak Iim, sapaan akrab Durrotul Ikrimah, mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2009 di Universitas Brawijaya, menawari saya untuk mengikuti kompetisi bisnis plan yang diadakan oleh School on Internet (SOI) Asia. Saya lanngsung mengiyakan tawaran tersebut, namun belum ada gambaran ide yang akan kami tuangkan, apalagi personel anggotanya. Alhasil, saya terfikirkan untuk mengajak teman satu jurusan, Billy Novanta Yudistira yang memang sering berpartner dengannya. Selain Billy, saya juga mengajak Izzur Rozabi dan Adwin Setyawan.

Itu semua berawal pada awal bulan Nopember 2012 ketika kami duduk dalam suasana diskusi, membahas ide-ide yang akan kami tawarkan. Pada awalnya membahas mengenai batik, hingga tentang kesehatan. Dalam pertemuan pertama tersebut kami sepakat untuk mengangkat tema kesehatan yang dirasa perlu untuk digali karena kesehatan merupakan hal yang sangat menarik untuk dibahas. Ide itupun mengenai sistem rekam medis yang ada di Indonesia.

Tercetuslah saat itu kami mengangkat ide mengenai NetMedis (Network of Medical Information System). Kami berlima sering mengadakan meeting untuk membahas dan mengerjakannya dalam bingkai business plan. Saya mempercayakan Izzur untuk menjadi CFO (Chief Financial Officer) karena memiliki background ilmu ekonomi, Billy sebagai COO (Chief Operational Officer), Adwin sebagai CTO (Chief Technology Officer), dan Mbak Iim sebagai Chief of Marketing and Human Resources.

Sampailah pada pengumpulan tahap akhir pada hari Selasa, 27 Nopember 2012 pukul 24.00 waktu Jepang atau pukul 20.00 WIB. Tim kami sempat terlambat 15 menit dalam melakukan submit bisnis plan. Kami sangat takut sekali semisal karya yang sudah susah payah tidak dinilai hanya karena terlambat 15 menit, mengingat Jepang sangat patuh terhadap waktu. Kami akui bahwa kami kurang siap dalam pengerjaan proposal ini, karena detik-detik terakhir pun kami masih belum sempurna dalam pengerjaan proposal. Kami hanya bisa berikhtiar dan memohon kepada Allah SWT agar hasilnya nanti memuaskan.

Lolos Lima Besar Business Plan se-Asia
Informasi lolos lima besar kami lihat di situs http://www.soi.asia
 Alhamdulillahirobbil’alamin, setelah kami cek melalui situs SOI Asia, tim kami yang berjudul NetMedis berhasil lolos lima besar, hal yang tak pernah kami duga sebelumnya. Kami bersaing dengan tiga negara lainnya, yaitu Thailand, Malaysia, dan Jepang. Saat itu pun kami langsung berkonsultasi dengan Bapak Lilik Setyobudi selaku Ketua University of Brawijaya Entrepreneur Education Develompent (UBEED) Pusat Inkubator Bisnis (Piblam). Saat awal bertemu dengan Pak Lilik, sapaan akrab beliau, sedang mengisi acara di Piblam. Saya yang saat itu ditemani oleh Billy dan Mbak Iim hanya bisa menunggu beliau. Akhirnya kami bisa bertemu beliau meski banyak kesibukannya. Kami menceritakan hasil kompetisi yang mengantarkan kami masuk lima besar. Beliau ikut bangga dan akhirnya memotivasi kami agar terus bersemangat meski lawan kami itu negara lain.

Berbagai persiapan presentasi kami lakukan, termasuk juga kami sering berkonsultasi banyak dengan Pak Lilik. Tiba waktu untuk kami melakukan presentasi pada tanggal 18 Desember 2012, tepat saat saya juga harus melakukan debat tertutup calon legislatif di tataran fakultas. Saya izin kepada panitia pemilihan mahasiswa untuk terlambat datang di acara tersebut karena prioritas saya adalah ikut presentasi di final contest SOI Asia. Tiap menit saya di hubungi Mbak Retna, asisten Pak Lilik untuk datang di ruang lab video conference, bertempat di lantai 5 Gedung Kuliah Bersama, Universitas Brawijaya Malang. Lagi-lagi kami hampir datang terlambat. Semua orang menunggu kedatangan kami dengan cemas. Akhirnya dengan nafas terbata-bata, kami memohon maaf kepada tim pelaksana dari Universitas Brawijaya, termasuk Pak Lilik.
Persiapan tim dari Universitas Brawijaya untuk presentasi di Ruang Conference GKB Lt.5 Perpustakaan Universitas Brawijaya
Presentasinya unik, karena saya baru pertama kali mempresentasikan karya dengan menatap kamera yang ada di depan kami untuk disambungkan ke conference di negara lain. Tim kami (NetMedis) mendapat nomor urut kedua setelah tim TTC yang diketuai oleh Eka Restianingsih, partner saya di lembaga riset kampus. Jadi ceritanya kami satu divisi saling bersaing di kompetisi ini, hehe. Sangat bagus memang penampilan dari Eka, dengan speaking-nya yang menawan dari pada saya yang masih perlu banyak belajar.

Tiba saatnya kami melakukan presentasi di hadapan juri-juri yang mayoritas adalah professor, ada juga stakeholder. Dengan bangga kami mengawali setelah dibuka oleh Mbak Iim dengan teriak lantang “NetMedis!” sembari tangan kanan diangkat dengan dua jari (telunjuk dan jempol) membentuk simbol ‘O’, sedangkan yang lain tetap berdiri. Kami tampilkan video untuk memperkenalkan rancangan background dan produk bisnis plan kami. Kami hanya diberi waktu 10 menit untuk menjelaskan proposal kami. Akhirnya kami menyudahi presentasi, hanya ada satu pertanyaan yang dilayangkan untuk tim kami. Intinya juri bertanya mengenai: “Apakah Anda sudah melakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI sebelumnya?”. Kami menjawab belum, sebelumnya kami memang sudah terbesit dalam bayangan kami untuk melakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI.

Usai presentasi, kami duduk sejenak melihat kontestan lain unjuk gigi untuk menampilkan karya mereka. Sangat bagus memang apa yang mereka tampilkan, rasa minder pun sempat terbesit, mulai bertanya-tanya, apa mungkin kami bisa mengungguli mereka yang tampil dengan sangat istimewa. Mulai dari demo prototype, hingga demo produk yang sudah jadi, sedangkan tim kami belum melakukan hal itu. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kami evaluasi. Tak terasa, waktupun sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB, kami sudahi agenda presentasi bersama SOI Asia hari itu juga, saatnya untuk berdiskusi dengan Pak Lilik. Tampak pada gambar di bawah ini, saya (tiga dari kanan) sedang mendengarkan evaluasi mulai dari timing presentasi, hingga penampilan secara keseluruhan, serta ditambah motivasi yang luar biasa dari beliau.
Pak Lilik (kiri) mengevaluasi tim di Ruang Conference GKB Lt.5 Perpustakaan Universitas Brawijaya
Setelah mendengarkan motivasi, kami tim dari Universitas Brawijaya Malang melakukan foto bersama, bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
Saya (kiri) foto bersama dengan tim NetMedis, tim TTC serta dari Piblam Universitas Brawijaya
Saya baru sadar, hari itu juga adalah hari dimana saya harus mengikuti debat tertutup di Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa) yang ada di fakulatas saya, kebetulan saya menjadi salah satu calon anggota DPM pada pemilihan mahasiswa di fakultas. Sebelumnya saya sudah izin kepada panitia untuk datang terlambat. Saya bergegas menuju Ruang Meeting Gedung A PTIIK untuk melakukan debat tertutup.

Bersambung ke Perjalanan ke Negeri Sakura (Part 2)

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 komentar:

Poskan Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.