Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Sobotaire: Game Pembelajaran Anatomi Tubuh


Pernahkah kamu memainkan Solitaire untuk mengisi waktu luang? Nah, konsep permainan Solitaire inilah yang diadaptasi dalam sebuah permainan sekaligus sarana belajar anatomi.

Anatomi biasanya memang menjadi momok para mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK). Dan akibatnya, banyak mahasiswa FK mendapat nilai jelek dalam mata kuliah ini.


Melihat kesulitan yang dihadapi teman-temannya, lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) pun mencetuskan permainan Sobotaire yang mengambil prinsip game Solitaire. Nama Sobotaire sendiri diadaptasi dari salah satu buku pegangan dalam mata kuliah anatomi, Sobotta.

Adalah Andriawan Hendra Susila (Ilmu Keperawatan 2008), Afiqie Fadhihansah (Teknik Informatika 2010), Billy Novanta Yudistira (Teknik Informatika 2010), Akhiyan Hadi Susanto (Keperawatan 2008) dan Nurona Azizah (Keperawatan 2008) yang menggarap alternatif pembelajaran anatomi berbasis game komputer tersebut.

Afiqie menjelaskan, seperti halnya Solitaire, satu set kartu dalam Sobotaire juga berisi 52 kartu. Kartu-kartu itu terbagi dalam 12 sistem di antaranya osteologi, musculoskeletal, cardiovascular, neurologi dan digestive. Afiqie dan tim menggunakan Sobotta sebagai referensi penyusunan game atlas anatomi ini.

Permainan Sobotaire dibagi dalam tiga level, yakni beginner yang tidak ada batasan waktu, intermediate (30 detik), dan advance (10 detik). Letak kesulitan game ini adalah para pemain harus berkejaran dengan waktu dalam menyelesaikan permainan.

"Karena anatomi adalah mata kuliah yang menghafal bagian tubuh manusia, maka Sobotaire hanya memuat gambar. Pengembangan fungsi ada di mata kuliah fisiologi," ujar Afiqie seperti dilansir Prasetya Online, Rabu (11/4/2012).

Game Sobotaire ini disusun dengan menggunakan bahasa "Java" dengan compiler "net beans". Dengan dibimbing Herdarmawan, S.Kom, lima sekawan ini berjibaku menyelesaikan pembuatan gamenya selama satu bulan. Mereka kini sampai pada tahap pengujian.

Diakui Afiqie, selama pengerjaan, timnya kerap menemui kesulitan pada algoritma dan coding. Kesulitan lainnya, kata Andriawan, adalah pada pengaplikasian gambar anatomi ke sistem. Mereka menemukan kesulitan untuk memenuhi satu set kartu Solitaire.

"Sebagaimana kartu Solitaire, setiap sistem berjumlah 52. Padahal masing-masing sistem jumlahnya ada yang kurang bahkan lebih dari 52 sehingga kami harus berkreasi untuk mengepaskan jumlahnya," Andriawan mengimbuhkan.

Andriawan menjelaskan, peluncuran Sobotaire akan dilakukan pada saat kegiatan monitoring dan evaluating (monev). Sebelumnya, performa Sobotaire juga harus diuji melalui perbandingan dengan metode pembelajaran anatomi konvensional yang menggunakan buku. Ujian ini akan dikemas dalam bentuk permainan.

Karya kelimanya dituangkan dalam makalah bertajuk "'Sobotaire' Inovasi Media Pembelajaran Anatomi Berbasis Games Education Portable Atlas Anatomi Sobotta". Rencananya, karya yang mendapat kucuran dana Rp7,7 juta ini akan diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) yang diselenggarakan Ditjen Dikti Kemendikbud.(rfa)
-->
Sumber : http://prasetya.ub.ac.id/berita/Sobotaire-Bantu-Kesulitan-Mahasiswa-FK-Pelajari-Anatomi-8378-id.html

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.