Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Perjalananku di Gemastik IV 2011


Gemastik adalah kepanjangan dari Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Gemastik tahun 2011 merupakan ajang yang kali ke-4 diadakan Kemdiknas RI dan bertindak sebagai tuan rumah adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Tahap Persiapan
Tak pernah terbayangkan bahwa karyaku bisa melaju ke putaran final Gemastik IV 2011 yang diadakan oleh Ditjen Dikti ini. Bermodal surat keterangan mahasiswa aktif, karya, foto kopi KTM, aku awali babak penyisihan dengan hati sedikit pesimis. Betapa tidak, pendaftar mahasiswa IT se-Indonesia mencapai angka 450, membuatku pesimis untuk bisa melaju final yang hanya diambil 12 karya. Apalagi sahabatku pernah bilang, sulit untuk bisa lolos. What ever? Yang jelas, semangatku untuk ikut tak pernah sirna dihapus oleh kegalauan hati.
Ketika karyaku dinyatakan lolos, betapa senangnya hati ini, karena pengumuman itu datang dari temanku yang sering tour untuk membela UB di ajang LKTI, prestasinya pun juga terbilang banyak, namanya Muhammad Muchlas. Hingga akhirnya aku melihat pengumuman, ternyata benar aku lolos tahap final, dan aku lihat record ternyata Muchlas juga pernah ikut, namun belum lolos.
Rasa senang, ternyata tak bertahan lama, aku bingung mau dibimbing siapa, karena beredar kabar Pak Hendarmawan (dosen pembimbingku untuk Gemastik IV ini) telah bertolak ke Manchaster, Inggris. Lantas siapa penggantinya?
Aku langsung menghubungi Pak Sutrisno selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika UB, beliau merekomendasikan Pak Himawat sebagai dosen yang hendak mendampingiku ketika final. Tak terasa bimbingan pun berjalan selama dua minggu, hasilnya ada peningkatan walau cuma sedikit.
Pada suatu waktu, tak sengaja aku menjumpai Pak Hendarmawan, ternyata beliau masih di Indonesia. Aku mejumpainya ketika acara Workshop PKM yang diadakan oleh Rektorat UB di Gedung Widyaloka. Hingga akhirnya aku ceritakan ke beliau bahwa karyaku lolos tahap final. Beliaupun cukup antusias dan mau membimbingku serta mendampingiku ketika final berlangsung.
Berbeda memang, ketika Pak Hendarmawan yang membimbing. Betapa tidak, orang yang sering malang melintang ke luar negeri dan pernah mendapat gelar penghormatan dari Microsoft dan Cysco ini memberi arahan yang begitu luar biasa, mulai dari teknik presentasi hingga masukan untuk karyaku. Jika ditotal, sudah lima kali pertemuanku dengan Pak Hendarmawan, dan beliau bilang bahwa presentasiku ada peningkatan.
Setiap pertemuan harus presentasi dihadapannya. Sampai suatu waktu Sekretaris Departemen Infokom dan Sekretaris Departemen Sosial Masyarakat EM UB menemui Pak Hendarmawan, saat itulah aku disuruh presentasi terakhir sebelum bertanding di final.
Ternyata aku tak sendirian, ada kakak tingkatku dari Teknik Informatika Universitas Brawijaya yang juga lolos tahap final. Mereka dari tim Sistem Mikir beranggotakan Hafidz Rozaq N J, Rindang Mazdarani dan Iqbal Luthfillah untuk Lomba Permainan Bisnis. Selain dari Teknik Informatika UB, dari jurusan Ilmu Komputer UB juga ada yang lolos, mereka adalah tim Crypton Cyber beranggotakan Ikhwan Eko Setiawan, Ardhy Wisdarianto dan Mutya Fani A untuk Lomba Aplikasi. Jadi jumlah kontingen dari UB ada tiga tim. Sebelum ke Surabaya, aku pun harus membuat dan mencetak poster untuk dipamerkan di Grha ITS Surabaya.


Hari Pertama Berangkat ke Surabaya
Pada tanggal 11 Oktober 2011 pukul 08.30 WIB, aku sudah bersiap-siap di depan rektorat UB. Ternyata sangat lama untuk menunggu seluruh kontingen dan pembimbing. Hingga tiba mobil traveleo (mobil dinas UB) datang menghampiriku dan teman-teman lain tepat di depan rektorat UB. Pukul 10.00 WIB pun siap untuk berangkat ke Surabaya.
Ternyata di tengah perjalanan, Pak Hendarmawan menginginkan mampir ke depot makanan untuk sarapan terlebih dahulu. “Ayo makan,” ajakan dari Pak Hendarmawan kepada teman-teman. Menunya pun banyak, yang membuatku tertawa, teryata Pak Hendarmawan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa mendapatkan menu spesial. “Mbak, ada menu spesial?” tanya Pak Hendarmawan kepada penjual. Nasi rawon pun menjad santapan siang hari kami.
Perjalanan pun dilanjutkan. Sampai di Surabaya, aku baru terbangun dari tidurku yang cukup pulas. Yang membuatku bangun bukan karena dibangunkan, tapi karena suhu yang ekstrim panasnya hingga keringat pun mengucur deras, Suarabaya gitu lho, beda jauh dengan Kota Malang.
Aku pun menginjakkan kaki pertama di Wisma STESIA Surabaya, tempat mess peserta finalis dari penjuru perguruan tinggi, kecuali Surabaya. Setelah cek-in, panitia menyuruh rombongan untuk langsung ke ITS. Hal ini disebabkan kedatangan rombongan UB dirasa telat 1 jam lebih yang awalnya maksimal cek-in pukul 12.00 WIB, kami baru sampai pukul 13.30 WIB.
Tiba di Grha ITS, kami melakukan registrasi dan mengambil fasilitas untuk peserta finalis, seperti baju, tas kecil, dll. Selain itu juga menempelkan poster yang sudah siap dipajang untuk diperlihatkan kepada pengunjung yang datang di Grha ITS. Awalnya rombongan salah arah, karena di jadwal jelas-jelas tertulis pertama kali registrasi di Jurusan Teknik Informatik ITS, ternyata panitia mengarahkan ke Grha ITS Surabaya.
Setelah dirasa cukup, rombongan kembali ke Jurusan Teknik Informatika ITS untuk menghadiri Technical Meeting, ruanganku berada di IF-108. Lagi-lagi telat, juri pun menjabatkan tangan ke saya sebagai tanda terima kasih telah hadir di acara Technical Meeting. Pengarahan juri pun dirasa cukup untuk membuatku paham sebelum bertanding besok.
Rombongan pun kembali ke mess sebelum mengikuti wecome party malam hari. Kami pun balik kagi ke Grha ITS untuk ikut welcome party, ternyata acaranya tak sebagus yang kami kira, membosankan! Dengan cepat, kami langsung balik ke mess untuk istirhat.
Malam hari aku isi dengan latihan bersama teman-teman lainnya, selain itu aku luangkan waktu untuk mengerjakan tugas mata kuliah Sistem Mikroprosesor. Rasa kantuk akhirnya datang, to the point, aku pun langsung tertidur.

Hari Kedua di Surabaya
Pagi hari tanggal 12 Oktober 2011 membuatku terbangun memenuhi panggilan Allah di masjid untuk melaksanakan sholat shubuh. Aku berdoa semoga acara hari ini bisa berjalan lancar. Meski banyak yang masih tidur, aku juga mendoakan mereka agar sama-sama diberi kemudahan di pertandingan final hari pertama.
Kami berangkat ke Grha ITS pukul 08.00 WIB untuk melangsungkan pembukaan Gemastik IV 2011. Pertandingan pertama putaran final dilangsungkan pukul 13.00 WIB. Aku kebagian urutan terakhir, yaitu urutan ke-12 untuk presentasi dihadapan juri nasional. Ada salah satu juri yang memiliki gelar profesor membuat adrenalinku semakin kencang untuk presentasi dihadapan beliau. Pasalnya, pengetahuanku tentu seperti langit dengan bumi, ketia beliau bilang A, tentu aku harus menurutinya. Jika tidak, habislah sudah usahaku untuk presentasi.
Sampai pada akhirnya namaku disebut untuk presentasi. “Afiqie Fadhihansah,” kata panitia sembari mencari orang bersangkutan. “Iya Mbak,” jawabku kepada panitia tersebut. Itulah awalku untuk presentasi dihadapad 5 dewan juri nasional tersebut. Hingga waktu menunjukkan menit ke-10, aku pun harus dipaksa untuk menghentikan presentasi. Giliran juri bertanya.
Namun ternyata tidak seperti finalis lain bilang, juri tidak sampai menghakimiku, hanya saja juri bertanya tentang banyak hal, itulah yang membuatku semakin antusias untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dewan juri. “Inbistik ini apa sama dengan materi kuliah pada umumnya?” tanya Prof. Joko.
“Tidak Pak, Inbistik ini adalah gagasan baru mengenai terobosan untuk menciptakan IT-preneur,” jelasku kepada Prof. Joko. Ya, pertanyaannya simpel, tapi sulit untuk menjelaskan secara detail, karena perasaan gugup terus menghantuiku mengingat yang bertanya adalah seorang profesor.
Waktu pun menginjak maghrib, saatnya untuk sholat. Setelah itu saya dan Pak Hendarmawan langsung ke ruangan ice breaking untuk istirahat sejenak menunggu rombongan lain yang masih bertanding. “Pak, tadi gimana presentasi saya?” tanyaku kepada Pak Hendarrmawan. “Juri masih belum mencerna bahasamu, mereka juga banyak yang belum tahu tentang inbkubator bisnis,” jawab Pak Hendarmawan. Rasa was-was pun datang, kira-kira bagaimana ya hasilnya.
“Tapi untuk keseluruhannya bagaimana Pak?” tanyaku kembali. “Lumayan,” jawabnya kembali. Akhirnya rasa was-was pun sirna.
Hari pertama bertanding pun dirasa sudah selesai, pukul 20.00 WIB kami bertolak ke mess peserta finalis, evaluasi pun datang silih berganti dari teman-teman lain.

Hari Ketiga di Surabaya
Terus terang, hari ketiga (14 Oktober 2011) aku nggak ngapa-ngapain, karena pertandingan untuk Lomba Karya Tulis TIK telah selesai kemarin, saatnya menunggu pengumuman pemenang, berbeda halnya dengan teman-teman dari tim Sistem Mikir, mereka harus bertanding di babak kedua putaran final cabang permainan bisnis. Namun tim Cyber Crypton tak ikut bertanding di final, karena mereka hanya sampai di tahap semi final.
Setelah tim Sistem Mikir sudah selesai bertanding, kami pun beranjak keliling Kota Pahlawan ini, kami juga sempat mengunjungi Hi-Techmall untuk lihat-lihat barang elektronik murah, Pak Hendarmawan pun beli Hard Disk 1 terra merk WD seharga 940 ribu. Memang Pak Hendarmawan sudah berniat membeli mengingat hard disk yang ada di laptop maupun miliknya yang lama telah penuh, sehingga butuh wadah baru untuk menampung data-datanya.
Setelah dirasa sudah cukup, kami pun langsung balik ke mess untuk mandi dan istrahat sambil menunggu penutupan sekaligus pengumuman pemenang malam hari. Sempat ada tragedi sebelum berangkat ke Grha ITS. “Lihat, dosenmu marah lho, salah sendri telat,” ujar Pak Agus selaku sopir yang mengantar rombongan. Ternyata Pak Hendarmawan marah kepada kami. Memang salah kami karena telat masuk mobil ketika pukul 17.30 WIB. Kami pun meminta maaf ke beliau.
Sampai di Grha ITS, kami duduk di bangku peserta sembari deg-degan menunggu hasil pengumuman pemenang. Sebelum itu, aku dan teman-teman menunaikan perintah Allah di malam hari, yaitu sholat isya’ di mushola lantai 2 Grha ITS. Setelah selesai, aku pun langsung kembali ke kursi penonton.
Acara dibuka oleh laporan ketua panitia, ketua dewan juri, hingga rasa was-was terus menghampiriku. “Juara lomba permainan bisnis jatuh kepada....,” ungkap master of ceremony dalam mengumumkan pemenang lomba permainan bisnis. Ternyata tim dari Sistem Mikir belum berhasil jadi juara, disusul pengumuman karya tulisku, ternyata juga belum membawa trofi kemenangan untuk UB sebagai wakil tunggal tiap cabang.
Kecewa pun silih berganti menghantui kami sebagai kandidat juara, betapa tidak , mayoritas juara diperoleh oleh tuan rumah, ITS memborong 4 medali emas, 3 perak, 3 perunggu. Sedangkan UB, belum mendapatkan sama sekali. Kami juga turut bersalah karena belum bisa membawa nama harum almamater Unversitas Brawijaya di kancah nasional, meskipun kami bertindak sebagai finalis.
Kami pun langsung pulang dengan tangan hampa, namun perasaan kecewa kami tak sebanding dengan peran serta pembimbing Pak Hendarmawan dan Pak Arif yang senantiasa mendampingi kami ketika kami susah dan senang. Semoga ini menjadi pelajaran penting untuk melangkah di even nasional selanjutnya.

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 komentar:

Poskan Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.