Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Efektifkah Bimbel “Program Unggulan” di MAN 3 Kediri?


Bimbingan belajar merupakan upaya guru untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajarnya. Siswa dicoba untuk memahami konsep dan materi pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku. Misalnya MAN 3 Kediri, lembaga milik Departemen Agama ini mencoba untuk merealisasikan program bimbingan belajar yang diberi nama Bimbingan Belajar Program Unggulan MAN 3 Kediri (selanjutnya disebut bimbel). Program ini baru dilaksanakan ketika memasuki ajaran 2008/2009 sekaligus dibukanya jalur kelas unggulan di MAN 3 Kediri. Program khusus untuk kelas unggulan ini memiliki tujuan yaitu mempersiapkan siswa menuju jenjang ke perguruan tinggi.
Awal mula tercetusnya gagasan untuk mengadakan bimbel ini berasal dari Wakil Kepala (Waka) bidang SDM MAN 3 Kediri selaku ketua tim pelaksana bimbel. Pengelola mempunyai suatu pemikiran bahwa jumlah mata pelajaran di MAN 3 Kediri dengan di SMA jauh berbeda. MAN 3 Kediri memiliki jumlah mata pelajaran lebih ketimbang SMA. Sehingga pihak pengelola menginginkan adanya bimbingan tambahan untuk mengimbangi pelajaran umum di SMA.
Persepsi siswa dan guru mengenai diadakannya bimbingan ini cukup beragam, sebagian besar memang merespon baik diadakannya bimbel ini. Lantas, bagaimanakah sistem yang digunakan bimbel bagi siswa kelas unggulan guna mempersiapkan ke perguruan tinggi negeri? Sistem yang digunakan dalam bimbel MAN 3 Kediri langsung pada penerapan soal-soal latihan dari materi KBM. Sehingga guru bimbel tak perlu menjelaskan materinya terlebih dahulu karena siswa telah mendapatkannya ketika pagi hari.
Keuntungan yang didapat ketika bimbel tentu siswa dapat lebih memperdalam pemahaman terhadap mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional maupun seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Melalui pengerjaan soal-soal, siswa akan lebih terlatih dalam memecahkan berbagai macam tipe soal. Serta konsep dasar untuk suatu mata pelajaran selalu ditunjukkan sehingga dapat membantu siswa untuk memahami konsep materi yang diberikan tersebut. Selain itu, biaya bimbel ini sangat terjangkau dibanding bimbel di luar sekolah. Dengan diadakannya bimbel ini, tentu diharapkan dapat mempersiapkan siswa kelas unggulan untuk melangkah ke jenjang perguruan tinggi dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas unggulan MAN 3 Kediri.
Namun, mengapa hanya diprioritaskan untuk siswa kelas unggulan saja? Hal ini pernah menjadi perdebatan di kalangan siswa MAN 3 Kediri. Awal mula perdebatan muncul ketika pengelola mengundang wali murid kelas unggulan untuk membahas pelaksanaan bimbel. Beberapa wali murid kurang menyetujui diadakannya bimbingan tersebut. Alasannya, mengikuti bimbel tidak harus dipaksakan bagi kelas unggulan. Jalan keluarnya malah ada yang memilih pindah ke kelas reguler. Di sisi lain, beberapa siswa kelas reguler merasa iri dan menuntut haknya untuk dibuka bimbingan belajar bagi mereka, hingga terbentuklah bimbingan belajar reguler.
Beberapa siswa kelas unggulan terkadang sulit untuk mengatur waktu karena terlalu padatnya jadwal dari kegiatan KBM pagi hingga bimbel sore. Setiap hari, siswa juga harus dibuat lelah hanya untuk menimba ilmu di sekolah. Empat kali dalam seminggu membuat siswa harus rela pulang sore ketimbang siswa lain yang tak ikut bimbel.
Selain itu, pengembangan diri (kegiatan ekstrakurikuler) yang terjadwal sepulang sekolah, harus mereka relakan pergi untuk mengisi bimbel di sekolah. Padahal, pengembangan diri sangat penting untuk menanamkan bakat mereka sejak dini. Imbasnya, para siswa hanya bisa mengikuti pengembangan diri diluar hari bimbel. Ada juga yang malah rela meninggalkan bimbel untuk kepentingan pengembangan diri, sangat miris memang. Seharusnya bimbel tidak mewajibkan siswa kelas unggulan untuk ikut, alias hanya siswa yang memiliki kemauan saja untuk ikut. Toh, siswa kelas unggulan juga mengerti kewajibannya sebagai pelajar, yakni belajar lebih giat dibanding siswa reguler.
Namun, bagaimanakah hasil yang didapat dari proses bimbingan belajar antara kelas unggulan maupun reguler? Mengacu hasil evaluasi belajar tahun kemarin, hasilnya adalah tak jauh berbeda. Itu semua kembali ke individu siswa masing-masing, mampu menyerap ilmu dengan baik atau tidak. Seperti kita ketahui bahwa bimbel wajibnya hanya digunakan untuk siswa kelas akhir (IX untuk SMP dan XII untuk SMA) yang hendak menghadapi unas dan ujian akhir sekolah. Inilah mengapa kita perlu berfikir lebih jeli terhadap permasalahan baru yang muncul.
Kedua permasalahan tentang setuju tidaknya bimbel telah saya ulas. Sekarang, kembali pada penilaian pribadi Anda, masih perlukah bimbingan belajar program unggulan di MAN 3 Kediri?


Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.