Catatan Afiqi

"Lihatlah aktivitas air terjun yang selalu deras tiada henti, sederas kita dalam menuntut ilmu sampai mati." (Afiqie Fadhihansah)

Ponari (Sweat), Minuman Berkhasiat dari Jombang


Tak kalah dengan berita tentang persiapan pemilu, kisruh beberapa parpol, berita tentang Ponari menyeruak memenuhi ruang-ruang pemberitaan di media massa. Ponari sangat fenomena. Banyak dipuja oleh kaum yang tidak ada harta untuk berobat. "Tadi siang saya mendengar langsung dari TV kalau Ponari sudah mendulang total 1 miliyar dari hasil prakteknya," terang beberapa masyarakat yang secara kebetulan melihat berita Ponari.
Bocah bau kencur yang baru kelas 3 SD ini menjadi ikon baru di dunia perdukunan. Mengalahkan senior-seniornya. Karena konotasi dukun biasanya kurang afdol, lebih pantas kalau disebut paranormal atau ahli pengobatan alternatif.
Ponari sekarang disibukkan dengan kegiatan menolong orang untuk mengobati penyakit. Walau sampai sekarang saya belum pernah membaca atau melihat testimoni dari pasiennya tentang kesembuhan penyakitnya setelah di tangani oleh sang dukun cilik ini. Beberapa hari yang lalu Kak Seto yang merupakan ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), berkunjung di kediaman Ponari, karena melihat adanya indikasi eksploitasi anak yang dilakukan oleh keluarga Ponari. Ponari yang semula bersedia untuk kembali ke sekolah dan tidak akan membuka praktek perdukunannya ternyata ingkar janji. Pernah di TV diberitakan bahwa Ponari membuka kembali praktek dukun nya yang di support oleh ratusan warga di sekitar kediamannya. Tapi dengan ketentuan baru : hanya melayani 5000 pasien per hari. Ini artinya, kalau sudah terpenuhi kuota 5000 seharinya, maka tidak pasien berikutnya dilayani hari berikutnya lagi. Dengan alasan agar tidak terjadi penumpukan pasien yang bisa mengakibatkan korban berjatuhan lagi. Kalau untuk gambaran berapa omset bisnis praktek Ponari, maka hitung saja secara kasar, misal minimal pasien memberikan tanda jasa Rp. 5.000, berarti dalam 1 hari omsetnya Rp. 5.000 x 5.000 (pasien) = Rp. 25.000.000/hari atau Rp. 750.000.000 perbulan !
Kalau ada yang ngasih lebih dari Rp. 5.000, maka tidak mustahil omsetnya akan menjadi 1 miliyar per bulan. Atau sama dengan Gaji Top 10 GM BUMN di negeri kita.
Ada cerita di balik mistik “batu petir” Ponari. Konon batu ini adalah peninggalan Ki Ageng Selo, tokoh cerita Legenda yang konon dapat menangkap petir. Cerita lainnya yaitu adanya 2 mahluk “penunggu” di dalam batu petir ini yang bernama Rono dan Rani yang akan ikut dengan Ponari. Dua makhluk penunggu itu konon yang membantu Ponari untuk melakukan parktek penyembuhan. Dan yang tidak masuk akal lagi, saat Ponari cuti dari prakteknya, karena adanya korban yang berjatuhan, banyak calon pasien Ponari yang mengambil air dari sumur Ponari yang dipercaya ada petuah dan berkahnya. Bahkan air comberan yang ada di belakang rumah sang dukun ini juga tak luput dari serbuan para pasien karena dipercaya membawa berkah. Sungguh sangat ironi memang! (Sumber: www.nadasumbang.com)

Share this:

MediaIklan


Ingin iklan Anda masuk di website ini? Silakan klik di sini

JOIN CONVERSATION

1 komentar:

Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Anda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.